Pengertian Warabala

2 min read

Pengertian Warabala – Sebuah sistem untuk distribusi jasa atau barang terhadap pelanggan akhir dengan pemegang waralaba (franchisor) yang dapat memberikan perusahaan atau individu hak untuk melakukan bisnis dengan merek, sistem, nama, dan prosedur.

Franchisee atau mereka yang membeli dalam sebuah produk waralaba dapat berupa perusahaan atau perorangan. Waralaba ini menerima hak kekayaan penemuan, intelektual atau hak lain yang dimiliki pemilik waralaba.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan yakni mengenai Pengertian Warabala. Untuk ulasan selengkapnya yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Warabala ?

Pengertian Waralaba merupakan adanya sebuah hak yakni sebagai menjual dalam suatu layanan dan produk.

Menurut hukum Indonesia, waralaba adalah perjanjian yang memberikan salah satu pihak hak untuk menggunakan dan menggunakan hak kekayaan intelektual, atau untuk memenuhi karakteristik perusahaan pihak lain dengan biaya yang didasarkan pada pihak lain dalam konteks ketentuan dan ketentuan yang ditentukan dengan berdasarkan suatu penjualan jasa dan barang.

Pengertian-Warabala

Menurut Asosiasi Waralaba Indonesia, waralaba merupakan adanya sebuah sistem untuk mendistribusikan barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan pemilik waralaba yang memberikan individu atau perusahaan hak untuk melakukan bisnis dengan merek, nama, proses, sistem, dan metode dalam periode tertentu. Tertentu mencakup area tertentu.

Sejarah Waralaba

Waralaba pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1850-an oleh Isaac Singer, produsen mesin jahit Singer, ketika dia ingin meningkatkan penjualan mesin jahit. Meskipun usahanya gagal, ia pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Pengertian Pasar Persaingan Sempurna

Kemudian metode ini diikuti dengan suatu franchisor sukses lainnya, John S. Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain yang mengikuti Singer, Coca Cola bukan industri mobil Amerika, General Motors Industry pada tahun 1898.

Waralaba

Contoh lain di A.S. adalah sistem telegraf yang dioperasikan oleh berbagai perusahaan kereta api tetapi dikendalikan oleh Western Union, dan perjanjian eksklusif antara pembuat mobil dan penjual. Mc Donalds, salah satu pewaralaba makanan yang jenisnya cepat saji terbesar di belahan dunia.

Waralaba saat ini lebih didominasi oleh restoran waralaba cepat saji. Tren ini dimulai dalam 1919 ketika A & W Root Beer membuka restoran cepat saji. Dalam tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerja dengan Reginald Sprague yakni sebagai memonopoli bisnis restoran modern.

Gagasan mereka yakni dapat memungkinkan mitra mereka untuk mandiri menggunakan nama, bahan makanan, logo, inventaris, dan bahkan desain bangunan yang sama dengan adanya suatu biaya tertentu.

Tipe – Tipe Waralaba

Terdapat beberapa jenis dalam waralaba ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Trade Name Franchising

Nama merek waralaba adalah jenis waralaba yang memiliki hak untuk menghasilkan PT, misalnya. Great River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dengan adanya suatu kejayaan terhadap lisensi dari Jerman.

b. Pure Franchising / Busininess Format

Waralaba Murni atau Format Bisnis adalah adanya suatu jenis waralaba yang menerima semua hak, penjualan, mulai dari merek, strategi pemasaran, peralatan, metode operasi, kontrol kualitas, manajemen dan dukungan teknis, dan lain sebagainya. Contohnya adalah restoran, makanan cepat saji, konsultan, pendidikan, dan lainnya.

c. Product Distribution Franchising

Waralaba distribusi produk adalah jenis waralaba yang diberi hak untuk menjual kosmetik di bidang-bidang tertentu seperti minuman ringan.

Baca Juga :  Definisi Ekuitas Merek

Keuntungan Waralaba

Keuntungan dari waralaba diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Proses dalam membuka suatu toko yakni lebih cepat.
  • Memiliki adanya suatu sistem yang telah membuktikan sendiri.
    Risiko gagal bayar sangat rendah.
  • Memiliki citra merek terkenal yang telah terbukti berhasil.

Kekurangan Waralaba

Terdapat beberapa kekurangan dalam waralaba ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Membutuhkan pembayaran biaya waralaba.
  • Biaya berlaku.
  • Menegakkan aturan yang harus diikuti.
  • Pemantauan dan kontrol rutin.

Kerjasama dan Waralaba yang Sesuai

Pembentukan kerja sama antar pihak biasanya dikonfirmasi oleh kontrak atau perjanjian. Selama kolaborasi, pemilik waralaba biasanya memberikan instruksi dan instruksi untuk bisnis teknis, pemasaran dan manajemen produk.

Sementara franchisee harus membayar sejumlah biaya yang telah disepakati sebelumnya. Jika Anda melakukan bisnis ini, Anda akan menemukan istilah Hak Kekayaan Intelektual atau HKI. Contoh-contoh hak kekayaan intelektual termasuk paten, rahasia dagang, hak cipta, desain logo, dan lainnya.

Untuk menentukan dalam sebuah jenis waralaba mana yang sesuai, Anda harus mempertimbangkan hal-hal seperti lokasi, syarat dan ketentuan, sistem waralaba, produk, peluang keberhasilan dan biaya. Jika Anda memutuskan untuk menjadi pemilik waralaba, ingatlah bahwa membangun pada sebuah merek tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat.

Keputusan bahwa suatu merek dapat digunakan oleh orang lain tidak berarti bahwa modal akan meningkat sedikit. Pemberi Waralaba harus menjaga hubungan baik dengan setiap pemegang waralaba. Dengan cara ini, bisnis berlangsung lebih lama.

Faktor kesuksesan sebuah waralaba adalah panjangnya hubungan antara franchisor dan franchisee, bukan berapa banyak produk yang dijual atau berapa banyak outlet yang telah dibangun.

Baca Juga :

Baca Juga :  Pengertian Administrasi

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Warabala. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.